Apa Itu Reksadana: Mengenal Reksadana Lebih Dekat

Apakah-Perlu-Membeli-Asuransi-Kesehatan
Apakah Perlu Membeli Asuransi Kesehatan?
2017
Asuransi-Bumiputera-Jenis-jenis-dan-Manfaat-yang-Didapat
Asuransi Bumiputera: Jenis-jenis dan Manfaat yang Didapat
2018
Show all

Apa Itu Reksadana: Mengenal Reksadana Lebih Dekat

Apa-itu-reksadana-mengenal-reksadana-lebih-dekat

MENGENAL REKSADANA

Apa itu Reksadana? Menurut Undang-undang Pasar Modal Nomor: 8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat 27, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio Efek oleh Manajer Investasi.

Dari definisi tersebut terdapat empat unsur penting dalam pengertian reksadana, yaitu:
1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor)
2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrument investasi.
3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan jangka panjang.

Manfaat reksadana adalah:
1. Dikelola oleh manajemen professional
Pengelolaan portfolio ditangani oleh Manajer Investasi yang mempunyai keahlian khusus dalam hal pengelolaan dana.

2. Diversifikasi investasi
Dana atau kekayaan reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek, sehingga risikonya juga tersebar.

3. Transparansi informasi
Reksadana wajib memberikan inforrmasi perkembangan portfolio dan biayanya secara periodik dan kontinyu, sehingga investor dapat memantau perkembangan investasinya secara rutin. Pengelola reksadana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) setiap hari di surat kabar.

4. Likuiditas yang tinggi
Setiap instrumen investasi harus mempunyai likuiditas yang tinggi. Pemodal dapat mencairkan kembali unit penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan, dan reksadana wajib membeli kembali unit penyertaan tersebut, sehingga sifatnya sangat likuid.

5. Biaya rendah
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal yang dikelola sexara profesional, maka dapat menghasilkan efisiensi biaya transaksi.

Risiko investasi reksadana adalah:
1. Menurunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) Unit Penyertaan Penurunan
Penurunan NAB disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portfolio reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan harga pembelian awal. Penyebabnya diantaranya karena kinerja bursa saham yang memburuk, atau karena situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu.

2. Risiko Likuiditas
Potensi risiko likuiditas terjadi apabila pemegang unit penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. Hal tersebut dapat terjadi karena ada faktor negatif yang luar biasa, misalnya karena situasi politik dan ekonomi yang memburuk.

3. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis.

4. Risiko Default
Risiko default terjadi jika pihak Manajer Investasi membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut baik-baik saja. Akibatnya pihak emiten tidak dapat membayar kewajibannya.

 

JENIS-JENIS REKSADANA

1. Reksadana Saham adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portfolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham).

2. Reksadana Campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

3. Reksadana Pendapatan Tetap adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portfolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang.

4. Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun.

5. Reksadana Indeks adalah reksadana yang isinya sebagian besar dari indeks tertentu dan dikelola secara pasif. Artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru atau redemption.

 

REKSADANA SYARIAH

Reksadana syariah adalah reksadana yang dijalankan sesuai dengan prinsip syariah dan memenuhi rasio keuangan tertentu. Prinsip pengelolaan reksadana yang sesuai dengan syariah, adalah:
1. Berinvestasi pada efek syariah
Efek syariah adalah efek yang peraturan pelaksanaannya, sistemnya, dan seluruh kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan prinsip syariah adalah menggunakan sistem bunga atau riba, perusahaan yang memproduksi rokok dan minuman keras, perjudian, serta jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian seperti asuransi konvensional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BI) mengeluarkan Daftar Efek Syariah (DES) setiap enam bulan. Manajer investasi harus menempatkan dananya pada saham dan obligasi yang termasuk dalam DES.

2. Adanya proses cleansing
Proses cleansing adalah proses pembersihan yang dilakukan oleh reksadana syariah terhadap pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Pendapatan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk tujuan amal. DPS dapat memberikan rekomendasi terhadap penyaluran dana cleansing.

3. Adanya Dewan Pengawas Syariah.
Berbeda dengan reksadana konvensional yang hanya terdiri dari dua pihak, yaitu Bank Kustodian dan Manajer Investasi, pada reksadana syariah ada tambahan satu pihak lagi yaitu Dewan Pengawas Syariah (DPS). Tugasnya adalah mengawasi pelaksanaan prinsip syariah sudah sesuai DES dan proses cleansing. Dewan Pengawas Syariah adalah pihak independen yang mempunyai keahlian dalam pasar modal dan hukum syariah.

 

REKSADANA ONLINE

Reksadana online sebenarnya sudah sejak lama ada, namun mulai banyak dilirik pemodal sejak 2014. Sesuai dengan namanya, maka semua aktivitas pada reksadana online dilakukan secara online, baik untuk pembelian maupun untuk penjualan. Reksadana online tidak mengutip biaya apapun selain selling fee ketika membeli dan redemption fee ketika menjual. Selain itu, cut-of time pembelian dan penjualan reksadana online sama dengan reksadana lainnya.

Keuntungan reksadana online:
1. Menghemat waktu
Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk datang ke bank atau lembaga keuangan yang menyediakan reksadana. Tidak perlu antri dan mengisi berbagai formulir secara manual. Cukup hanya mendaftar secara online, dan Anda akan dipandu untuk melakukan pendaftaran hingga bertransaksi dengan mudah.

2. Dapat bertransaksi dimana saja
Reksadana online memungkinkan bagi Anda untuk bertransaksi dimana saja dengan menggunakan perangkat elektronik yang dapat terhubung dengan internet.

3. Mudah mendapatkan informasi
Anda dapat memperoleh informasi tentang reksadana secara online dan bersifat real time, sehingga mempermudah untuk mengambil keputusan.

4. Pencairan dana lebih cepat
Pencairan dana dilakukan lebih mudah dan lebih cepat, langsung masuk ke rekening Anda yang terdaftar di reksadana.

 

Baca juga: Belajar Investasi Saham untuk Pemula

1 Comment

  1. […] reksadana pasar uang atau pendapatan tetap. Aman, likuiditas T+3, yang artinya dana kita bisa dicairkan 3 hari setelah penarikan. Dan keuntungan yang didapat bisa lebih besar dari tabungan dan deposito. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: